BENTURAN KEPADA KEPALA BALITA
Biasanya segala bayangan seram tentang dampak cacat akan segera menghantui.Hal itu sebetulnya tak perlu terjadi kalau kita bisa mengenali gejala gawattidaknya cedera yang diakibatkan. Nah, apa saja yang harus dicermati, dr.Irawan Mangunatmadja, SpA dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta akanmenjelaskannya berikut ini. Diharapkan,
dengan langkah pencegahan yang disarankan, peristiwa bayi jatuh tak sampaiterjadi. Pengaruh Posisi Benturan Kepala Bayi Selain dari ada tidaknya benjolan, posisi benturan di kepala juga menentukanringan dan beratnya cedera. Inilah keterangannya:
1. Benturan di bagian samping kepala, apakah kanan atau kiri, bisaberdampak sangat serius. Di bagian yang disebut daerah epidural ini terdapatpembuluh darah arteri yang menempel di tulang kepala. Kalau sampai terjadiretak/fraktur di daerah tersebut, maka pembuluh darah itu ikut robek.Akibatnya, terjadi perdarahan epidural yang biasanya sulit dihentikan karenarobekan terjadi di pembuluh darah besar. Benturan yang cukup kuat di daerahtemporal atau di samping dekat telinga, bisa menimbulkan gejalaepilepsi/ayan.
2. Benturan di bagian belakang kepala perlu diwaspadai. Di daerah initersimpan fungsi-fungsi vital otak, seperti pusat penglihatan. Perhatikanapakah terjadi perubahan pada fungsi mata bayi. Seharusnya, saat melihatsuatu objek, bola mata bayi terlihat fokus. Jika terjadi gangguan, bisasecara tiba-tiba bola matanya bergerak ke mana-mana atau arahnya tidakfokus. Tanda lainnya, ia tidak lagi tertawa atau tersenyum ketika melihatorang-orang dekatnya. Ini berarti pusat penglihatannya terganggu atau bahkandia tidak bisa melihat.
3. Benturan di bagian belakang kepala agak ke sebelah bawah dapatmenyebabkan cedera pada otak kecil yang merupakan pusat keseimbangan.Akibatnya timbul gangguan gerak yang meliputi kemampuan motorik kasar danhalus. Misalnya saja, tangan bayi gemetaran saat memegangsesuatu.
4. Benturan keras di kepala bagian bawah sekali atau tengkuk akanmenyebabkan kesadaran bayi menurun. Di daerah ini terdapat batang otak yangkalau cedera dpt memicu gangguan pernapasan dan bahkan kematian. Jika sampai terjadi retakan tulang di bagian itu, maka patahan Tulangnya dapat menembus jaringan otak & melukai susunan saraf pusat. Cedera seperti ini termasuk kategori berat. Selain itu, bisa timbul perdarahan dari hidung atau keluar cairan dari telinga. Mengatasinya harus dengan tindakan operasi. Jika tidak, perdarahan akan terus menekan jaringan otak yang pada tahap ekstrem bisamengakibatkan kecacatan dan kematian.
Perhatikan Benjolan Setelah terbentur, perhatikan apakah ada benjolan atau tidak. Raba kepala bayi untuk memastikannya. Kalau ada, berarti jatuhnya cukup keras. Benjolan yang muncul biasanya berwarna kebiruan. Itu mengindikasikan adanya perdarahan di bawah kulit. Untuk mengatasinya, berikan kompres air dingin agar perdarahannya terhenti. Selama kesadaran bayi masih bagus, tak ada gangguan saraf seperti bola mata jadi miring, tidak muntah, tidak tidur terus, dan tidak ada kejang, maka cederanya bisa dianggap ringan.
Perlu diketahui, walaupun benturannya keras, benjolan belum tentu muncul saat itu juga. Bisa saja baru keesokan harinya, karena perdarahan yangterjadi mungkin sedikit jumlahnya, atau benjolan itu tak begitu terasa dan terlihat karena tertutup rambut. Jadi kalau setelah jatuh tak segera muncul benjolan, belum tentu benturannya ringan. Benjolan dapat muncul kapan saja dalam 48 jam pertama.
Bila cederanya ringan, benjolan makin lama akan mengecil dengan sendirinya, sebab setiap perdarahan akan diserap oleh tubuh. Kalau benjolannya makin lama makin besar maka orang tua perlu mencurigainya. Bisa saja perdarahan itu tak diserap tubuh tapi malah membentuk semacam selaput di otak. Lama kelamaan selaput ini dapat menekan jaringan otak dan menghambatperkembangannya. Perlu dilakukan tindakan operasi untuk mengeluarkan bekuandarah dan selaput tersebut.
Ada atau tidak ada benjolan, bayi yang jatuh harus terus diamati selama 2x24 jam dan diobservasi setiap 2 jam untuk menentukan berat ringannya cedera akibat jatuh. Bila dalam kurun waktu itu suhu badannya meningkat, muntah,atau bahkan kejang, bawalah segera ke dokter. Ini berarti ada luka dalam yang lebih serius.
Gejala Gawat Bila terjatuh, sewajarnya bayi menangis kesakitan dan rewel. Namun, ada juga yang diam saja, karena mungkin saat itu terjadi penurunan kesadaran akibat perdarahan di otak. Selain itu ada yang muntah atau naik suhu badannya. Ini berarti otak si bayi mengalami guncangan yang merangsang pusat muntah dan panas pada batang otak.
Hati-hati jika muntah atau panas baru terjadi keesokan atau beberapa hari selanjutnya. Ini menunjukkan proses keterguncangan otak cukup kuat atau terjadi perdarahan di dalam otak. Jadi bisa saja gejala gawat itu muncul secara lambat. Misalnya, pada kasus retak kepala. Awalnya mungkin tidakterjadi benjolan dan kondisi anak baik-baik saja. Baru di hari kedua anakkejang-kejang yang perlu dicurigai sebagai adanya perdarahan di otak. Waspadai juga kalau setelah terjatuh bayi semakin lemas dan semakin menurun kesadarannya. Itulah gejala gegar otak yang disebabkan perdarahan atau pembengkakan sel saraf otak.
Perdarahannya sendiri bisa terjadi di bawah kulit kepala, di selaput otak, atau di dalam otak. Bila terjadi di dalam otak, perlu tidaknya operasi akan tergantung pada jumlah perdarahannya. Bila setelah jatuh bayi langsung tak sadarkan diri dalam waktu lama (sekitar5-10 menit), kepalanya memar, kejang-kejang, dan muntah-muntah, berarti perdarahan itu tidak hanya terjadi di daerah kulit, tapi juga di dalam otakdi bawah tulang tengkoraknya. Waspadai bila gejala ini muncul, dan orang tuaharus segera membawa si bayi ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Menghindari Jatuh
Lakukan pengamanan semaksimal mungkin di mana pun bayi berada; di tempat bermain dan terutama di tempat tidur. Boks bayi yang berpagar dan bisa dikunci biasanya sudah cukup aman. Bila bayi tidur di tempat tidur biasa, sediakan kasur tambahan di lantaiuntuk berjaga-jaga. Usahakan tempat tidurnya dibuat rendah, sehingga bilabayi terjatuh, benturannya tidak keras atau tidak menyebabkan cedera. Mintalah pada pengasuh atau keluarga lain yang kerap menggendongnya untukbersikap hati-hati dan segera memberitahu bila bayi terjatuh tanpa harustakut dimarahi.
Perlukah Scanning?
Walaupun bayi tampak normal, observasi harus terus-menerus dilakukan selama dua hari tanpa perlu men-scanning kepala bayi lebih dulu. Jika makin lamabenjolnya mengecil berarti sudah ada perbaikan. Namun kalau benjolnyamenetap, bahkan membesar, orang tua perlu membawanya ke dokter yang biasanya menganjurkan pemeriksaan dengan CT Scan. Jadi, perlu tidaknya scanning ditentukan oleh gejala klinis yang muncul setelah benturan. Tak mesti hari itu juga bayi di-scanning, kecuali terjadi perdarahan yang cukup berarti,atau kepalanya tampak retak semacam ada tulang yang melesak ke dalam. Akibat Benturan Kepala Bila dalam 2x24 jam setelah terjatuh, bayi baik-baik saja, kesadarannya masih bagus, tak mengalami gangguan saraf, tidak muntah, dan tidak kejang, maka benturannya bisa dianggap ringan dan tak berakibat apa-apa.
Lain hal bila benturan berlangsung keras, ditandai dengan adanya memar, benjolan, muntah,kejang, lemas, dan pingsan dalam kurun waktu 2x24 jam, maka bukan tak mungkin cedera otak itu akan mengganggu perkembangan bayi untuk selanjutnya,termasuk risiko mengalami kelumpuhan. Namun, kejadian ini jarang terjadi kecuali telah terjadi perdarahan berat. Bagian Tubuh Yang Sering Terbentur Celakanya, bagian tubuh yang paling sering terkena benturan lebih dulu adalah kepala. Padahal, kepala adalah bagian tubuh yang sangat vital karenadi dalamnya tersimpan susunan saraf pusat atau otak.
Kapan Bayi Biasa Terjatuh Setelah berusia 6 bulanan, bayi mulai bisa berguling-guling. Sejak saatitulah bayi rawan jatuh. Biasanya jatuh dari tempat tidur ketika dia sedang tidak ditunggui, jatuh dari gendongan, jatuh saat diayun, atau jatuh saatmenjelang usia berjalan.
Selasa, 20 Oktober 2009
Langgan:
Entri (Atom)
